Social Startup Geev, karya mahasiswa UI

Start Up, karya Lokal yang memiliki Potensi Sangat Menguntungkan

Mesin Pencari “GEEV” Karya Azka Slimi – Perkembangan Startup di Indonesia sangat signifikan. Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak founder-founder startup baru bermunculan dengan ide-ide yang brilian. Menurut dailysocial.net, di Indonesia telah lahir kurang lebih 1500 startup. Peluang ini kemudian diliik oleh banyak pebisnis mudah sebagai salah satu lahan basah yang snagat menguntungkan. Enterpreuner muda dalam hal ini mahasiswa berlomba-lomba mengembangkan karya penemuannya.

Begitupun hal nya dengan Azka Slimi seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik Universitas Indonesia yang saat ini berhasil memulai bisnis startup yang bernama Geev. Geev ini merupakan social startup dengan menggabungkan antara bisnis dengan nilai sosial atau dengan kata lain Social Search Engine. Geev ini tidak jauh berbeda dengan mesin pencari lainnya yakni Google tetapi Geev ini mempunyai tujuan dimana keuntungan yang dihasilkan akan disalurkan ke sejumlah program sosial seperti dalam bidang kesehatan, pendidikan dan kemiskinan.

GEEV-Karya-Azka-Slimi---Mahasiswa-UI

Cara kerja dari Geev itu sendiri adalah tiap satu pencarian berhasil dilakukan maka pengguna mendonasikan Rp 10 di saldo donasi nya. Donasi tersebut akan semakin bertambah jika kita semakin sering melakukan pencarian di Geev.

Saat ini menurut Azka bahwa dirinya bersama tim terus mengembangkan produk turunan Geev untuk monetisasi yaitu merubah atau mengelola blog yang semula hanya sebagai ajang menulis dan berekspresi menjadi media untuk mencari profit atau lebih tepatnya mendapatkan pendapatan dari blog atau bisa juga sebagai sebuah cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan ataupun justru sebagai penghasilan utama dengan jalan menjadikan pasiv income atau dengan memasang iklan.

26 Mobil Karya Mahasiswa Indonesia

Mahasiswa Indonesia Unjuk Gigi di Kompetisi Mobil Asia

26 Mobil Mahasiswa Indonesia Ikut Kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2017 – Sebanyak 26 mobil rancangan mahasiswa Indonesia bakal berlaga di kompetisi Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2017 yang berlangsung pada 16-19 Maret 2017. Mobil-mobil itu berasal dari 19 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia yang sudah diseleksi. Ada dua kategori yang dikompetisikan dalam SEM Asia 2017 yakni urban concept dan prototipe.

Kompetisi ini menampilkan berbagai gagasan dan inovasi seputar energi yang hemat dan ramah lingkungan untuk kendaraan. Country Chairman dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia Darwin Silalahi, Jumat (10/3/2017), mengatakan, “Antusiasme yang semakin tinggi dari mahasiswa Indonesia pada ajang SEM Asia di tahun kedelapan ini.

Partisipasi ini menunjukkan luasnya sebaran dan konsistensi keterlibatan generasi muda Indonesia dalam membantu dunia menghadapi tantangan energi masa depan.” Pemenang kompetisi ini akan mewakili Asia di ajang SEM Driver’s World Championship (DWC) Global Final di London, Inggris, pada Mei 2017. Dibandingkan negara lain, Indonesia termasuk negara yang paling banyak membawa mobil konsep untuk dilombakan. “Paling banyak mahasiswa dari Indonesia.

Dari 60 tim yang mengajukan konsep, namun karena satu dan lain hal yang berangkat hanya 26 tim. Rombongan Indonesia paling besar dari 20 negara di Asia,” tambah Haviez Gautama, general manager external relations Shell Indonesia. Pada 2016, Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sadewa dari Universitas Indonesia (UI), dan Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi pemenang SEM Asia yang saat itu digelar di Manila, Filipina.

Tiga tim itu terpilih mewakil Asia di ajang Shell Eco-Marathon Drivers’ World Championship London pada Juli 2016. Tim Bumi Siliwangi dari UPI berhasil menjadi pemenang pada ajang SEM DWC dan berhak berangkat ke markas Ferrari di Maranello, Italia.

Karya Mahasiswa Indonesia Mengguncang Dunia

Karya 5 Mahasiswa Indoensia Diakui Dunia – Mahasiswa Indonesia merupakan generasi bangsa yang memiliki prestasi fantastik di level Internasional. Beragam presatasi baik akademik maupun ketrampilan telah diakui dunia Internasional. Tiap pemuda lebih baik dapat mengharumkan nama bangsanya, termasuk Penghuni Kampus. Ada segudang bidang yang dapat Penghuni Kampus geluti untuk menuai prestasi. Jangan sia-siakan masa muda Penghuni Kampus dengan kegiatan yang nggak bermutu. Lebih baik isi dengan berbagai macam aktivitas yang dapat menambah pengalaman.

Masalah prestasi jangan ditunggu Penghuni Kampus sudah berumur. Banyak kok pemuda Indonesia yang sudah menuai banyak penghargaan di usia yang masih dini. Mereka menunjukan kebangkitan kemerdekaan dengan mengangkat nama bangsa dan bersaing secara internasional. Nah, selagi masih muda, Penghuni Kampus bisa tuh mencontoh mereka dengan berprestasi di bidang yang Penghuni Kampus gemari.

Soekarno bahkan mengatakan dapat mengguncang dunia hanya dengan 10 pemuda. Itu bukti betapa pemuda punya peran kuat dalam kemajuan dan kejayaan bangsa. Berikut ini adalah beberapa pemuda Indonesia yang telah mengguncang dunia dengan seabrek prestasi yang mereka geluti. Mereka dapat membuat Penghuni Kampus semakin terpacu untuk terus berprestasi.

Berikut 5 Mahasiswa Indonesia Yang Diakui Dunia karena prestasi dan karya terbaik mereka

Christian-Lie Christian Lie

Lebih sering dikenal dengan nama Chris Lie, ia merupakan komikus kelas dunia yang berasal dari Indonesia. Pemuda lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah salah satu ilustrator komik yang berhasil membuahkan komik-komik terkenal, seperti GI Joe dan Transformers.

Chris Lie juga menciptakan komik hasil karyanya sendiri,yang berjudul Return of The Labyrinth dan diterbitkan oleh Tokyopop. Komik itu beraliran manga Jepang yang diproduksi di Amerika.

 Rini-Sugianto Rini Sugianto

Banyak Penghuni Kampus yang terkagum-kagum dengan animasi film Hobbit 2: The Desolation of Smaug saat menontonnya. Ternyata salah satu animator yang terlibat dalam penggarapannya adalah Rini Sugianto, yang tidak lain adalah orang Indonesia.

Selain Hobbit 2, Rini pernah tergabung dalam tim animator film The Advantures of Tintin, The Avengers, Iron Man 3, Hunger Games: Catching Fire, Hobbit 1, dan The Dawn of the Planet of the Apes. Keren ya, banyak banget prestasinya di bidang seni animasi yang membanggakan Indonesia.

 

 Peter-Firmansyah Peter Firmansyah

Siapa yang mengira baju dengan merek Peter Says Denim adalah buatan pemuda Indonesia. Merek ini mampu bersaing dengan merek internasional lainnya, seperti Macbeth, Volcom, dan Ripcurl.

Nggak cuma itu, merek yang lebih dikenal dengan sebutan PSD ini juga telah meng-endorse beberapa band rock dari luar negeri. Mungkin ini juga menjadi pertanda Indonesia bakal menjadi kiblat fashion dunia suatu hari kelak.

 

 chris-lesmana Chris Lesmana

Tahu dong sama mobil Volks Wagen atau yang lebih dikenal dengan sebutan VW. Tahun 2012, Volkswagen Up! berhasil meraih penghargaan 2012 World Car of The Year. Indonesia patut berbangga hati karena mobil ini dirancang oleh seorang desainer asal Indonesia, Chris Lesmana.

Selain VW Up!, Chris Lesmana sebelumnya telah merancang VW Kodok. Desain paten ini sudah terdaftar di Amerika Serikat sejak 2008

 Arie-Setya-Yudha Arie Setya Yudha

Penghuni Kampus boleh tercengang ketika tahu baju militer luar negeri merupakan buatan mahasiswa Indonesia. Berawal dari hobi airsoft gun dan membuat bajunya, Arie malah dilirik pasar lokal dan mancanegara dalam pemesanan baju militer.

Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada ini mampu membangun perusahaan besar pada semester tiga dengan omzet Rp 185 juta per bulan. Selain mampu menghasilkan pendapatan dengan nominal yang gila-gilaan itu, kemampuannya tentu membuat nama Indonesia juga berjaya

Para pemuda tersebut sudah ikut berperang membesarkan nama Indonesia, meskipun tidak bersenjata. Berkat prestasinya, nama bangsa ini ikut terangkat dan dipandang oleh dunia. Kini, saatnya Penghuni Kampus mencontoh mereka dan mulai berbuat untuk kejayaan Nusantara.